Wednesday, January 18, 2017

Cek Kode BPOM Kosmetik Kita Yuk!

Hallo!

Sudah tahu cara mengetahui produk yang diijinkan oleh BPOM? Pos kali ini tidak sedikit pun disponsori oleh BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia :D Tapi lebih mengajak agar kita sebagai konsumen untuk lebih jeli, berhati-hati, serta sadar dengan produk yang digunakan. Ngomong-ngomong masih banyak tidak sih yang jual krim racikan abal-abal di luar sana? Yang katanya ada beberapa dari mereka sudah memiliki ijin atau sedang dalam proses. Apa benar bisa begitu? 


Sebenarnya dari segi fisik kemasan saja sekilas kita sudah bisa menilai lho. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika melihat suatu produk, yaitu
  1. Nama produk
  2. Komposisi
  3. Cara penggunaan
  4. Efek yang dapat terjadi, misal kulit terbakar sinar matahari ketika penggunaan agen pencerah
  5. Peringatan
  6. Produsen, Diimpor oleh, atau Distributor
  7. dan tentu saja No BPOM
Poin-poin di atas tentunya dengan mudah kita temukan di hampir di seluruh produk yang beredar bukan? Sepertinya hal ini tidak istimewa ya. Karena yang 'istimewa' adalah para konsumen yang terkadang masih belum paham bahwa poin-poin di atas itu lah yang membuat produk makanan, kosmetik, suplemen, atau obat bebas bisa beredar. Karena BPOM mewajibkan adanya informasi tersebut di kemasan agar konsumen dapat menggunakan sesuai dengan peruntukan dan mendapatkan hasil maksimal. 

Lalu bagaimana dengan nomor BPOM, apakah masih perlu kita tindak lanjuti? Tentu saja! Nomor BPOM yang tertera di kemasan produk dapat dengan mudah kita cek di cekbpom.pom.go.id. Jadi kita dapat memastikan langsung apakah nomor tersebut sesuai dengan produk yang dimaksud atau tidak. Web tersebut akan menginformasikan dengan jelas nama produk, produsen, berat, jenis produk, dll.

Bagaimana kita harus bersikap terhadap produk yang mengaku sedang dalam proses ijin edar BPOM? Pakai logika saja deh. Kalau saran saya produk seperti ini lebih baik dihindari saja. Atau kalau memang penasaran tunggu setelah nomor BPOMnya keluar itu akan lebih aman untuk kita sebagai konsumen. Sekalian membuktikan apa benar produk tersebut mengurus ijin BPOMnya. No BPOM itu memang menyulitkan produsen karena ada ketentuan dari BPOM yang membuat produk layak edar, tapi untuk konsumen sesungguhnya ini melindungi kita lho.

BPOM ini seperti FDA di Amerika atau KFDA di Korea tapi setiap mereka punya kebijakan berbeda. Jadi tetap saja produk yang sudah mendapatkan FDA approved belum tentu bisa langsung diedarkan di Indonesia. Begitu pun ketika kita membawa produk Indonesia ke negara tetangga dalam jumlah besar untuk dijual. Mereka juga akan melakukan hal yang sama.

Jadi bagaimana? Apakah ada yang sama sekali belum pernah membaca atau mendengar informasi di atas yang saya berikan? Mohon koreksi juga kalau ada info yang kurang atau salah.

Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa :*

4 comments:

  1. Whoa, selama ini cuek untuk ngecek BPOM-nya produk makeup. Thanks for writing this post as reminder, dear :)

    ReplyDelete
  2. iya ke aku juga sering ngecek krn suka ga percayaan hahaha dulu sempet ngecek si J*st m*** karena murah banget ternyata ada hahaha terus kata tmn yg kerja di kemenkes mereka juga update setiap 6 bulan sekali kalau ga salah. Soalnya dulu ada klinik yg ditemuin merkuri tp sekarang udah aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha saking murahnya ya. klo klinik sbnrnya diawasin sama bpom juga. yg bahaya malah krim online yg bertebaran itu, bisa jadi beda antara klaim sama isinya krn luput dr pengawasan

      Delete